Apa itu Nasib - bagaimana cara meramal dan mengubahnya

Nasib! Apa itu, bagaimana cara meramal dan mengubahnya?

“Nasib” adalah istilah yang digunakan orang-orang pada zaman dulu. Untuk berbicara tentang keniscayaan, yaitu, apa yang tidak dapat dihindari. Mirip dengan takdir.

Manusia purba mengamati bahwa, sering terjadi hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Sesuatu yang diluar kendali tersebut, kemudian, mereka sebut dengan istilah nasib.

Nasib cenderung berhubungan dengan manusia. Artinya, nasib mengambarkan suatu kondisi diluar kendali yang terjadi pada seseorang.

Sebelum kita membahas lebih dalam, saya akan menjawab beberapa pertanyaan umum terkait nasib;

Apa itu nasib?

Nasib adalah istilah untuk menggambarkan suatu kondisi yang terjadi pada seseorang, dan itu ‘seolah’ diluar kendali. Jadi, ketika belum tahu penyebab apa yang Anda alami, Anda dapat ‘menganggap’ bahwa itu nasib. Ada dua kata yang saya beri tanda kutip untuk mengundang tanda tanya baru. Dan itu akan kita bahas secara tuntas dalam artikel ini.  

Bagaimana meramal nasib?

Bagaimana meramal nasib atau cara mengetahui nasib kita? Ini pertanyaan menarik. Anda tidak perlu mencuri informasi dari langit, untuk itu. Anda hanya perlu melihat ke dalam diri Anda sendiri. Ada bakat, kecendrungan, kebiasaan, dan faktor lain. Dan itu membentuk pola yang akan menentukan nasib Anda. Anda bahkan dapat melihat sangat jelas, bagaimana nasib Anda di masa depan.

Bagaimana cara mengubah nasib?

Saat kita memahami pola kehidupan yang menjadi penyebab dan menentukan nasib, maka itu memungkinkan kita untuk merubah petanya. Dan inilah inti materi yang akan kita bahas kali ini.

Nasib adalah

Nasib adalah kesimpulan yang dibuat manusia, saat ia tidak mampu mengetahui pola/mekanisme atau sebab dari sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Jadi, nasib bisa kita sebut sebagai batasan yang dibuat oleh pemikiran manusia, atas sesuatu yang mereka belum ketahui.

Anda bisa saja mengatakan bahwa nasib Anda buruk, karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, padahal, memiliki cukup keahlian dan pendidikan tinggi. Hingga pada titik tertentu Anda sadar, bahwa ke ahlian yang Anda miliki ternyata tidak dibutuhkan lagi di era yang baru.

Keahlian Anda mungkin berlaku, untuk masa lalu. Namun, ternyata tidak di masa sekarang. Atau tidak dibutuhkan untuk tempat dan lokasi dimana Anda mencari pekerjaan. Dan mungkin dibutuhkan untuk tempat dan lokasi tertentu.

Nasib cukup menjadi sesuatu yang sangat dipercaya pada masa-masa lalu. Bahkan, tidak jarang yang berpikir itu adalah ketentuan mutlak yang tidak dapat di ubah.

Cara kerja nasib

Kematian karena penyakit malaria, pada masa lalu, adalah nasib yang tidak bisa di elakkan. Hingga pada titik tertentu, para ilmuwan menemukan penyebabnya. Dan mampu membuat vaksin yang mampu mengatasi malaria.

Kematian karena penyakit jatung, adalah nasib! Hingga pada titik tertentu, manusia mampu mencari tahu penyebab dan membuat sesuatu untuk mengatasinya.

Ada banyak hal, yang dulu dianggap nasib, ternyata mampu diatasi pada saat ini.

Pada masa-masa awal, orang-orang percaya bahwa “seseorang” ini adalah “para dewa” atau “Tuhan.”

Belakangan, orang-orang menurunkan identitas “agen” ini dan menyebutnya “nasib.”

Dengan demikian, nasib kemudian dilihat sebagai suatu kekuatan tak terlihat. Yang menyebabkan sesuatu terjadi, dan manusia tidak dapat menghentikannya.

Ketika bencana alam melanda, misalnya, atau ketika kecelakaan terjadi, atau ketika hal-hal baik terjadi secara tak terduga, ini dipandang sebagai “nasib” dalam operasionalnya.

Beberapa orang, seperti ahli nujum, dalam upaya memberikan penjelasan untuk “yang tak terhindarkan,” bahkan melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa ‘alienlah’ yang mengendalikan peristiwa di Bumi.

Jadi, kita memiliki ungkapan seperti “nasib seseorang tertulis di langit” dan frasa terkenal Shakespeare dalam Romeo dan Juliet, “star-crossed lovers,” untuk menggambarkan pasangan muda yang “bernasib buruk”.

Perubahan persepsi nasib

Otak manusia maha ajaib. Diprogram oleh evolusi melalui segala sesuatu yang terjadi. Inilah yang kemudian membuat peradaban modern, mulai bertanya-tanya tentang ke ‘absahan’ nasib.

Sekarang orang-orang, merasa bahwa, pasti ada seseorang yang mengendalikan peristiwa. Tapi bukan nasib!

Dengan kata lain, kita secara otomatis berpikir bahwa, ketika sesuatu terjadi, sesuatu/seseorang menyebabkannya terjadi.

Kemajuan dalam pemahaman kita tentang bagaimana alam semesta bekerja, telah membantu kita untuk melihat, bahwa, tidak ada kekuatan tak terlihat yang mengendalikan peristiwa, dan memutuskan apa yang terjadi dan tidak terjadi.

Semua peristiwa memiliki sebab, yang pada gilirannya, memiliki faktor yang memicu, dan seterusnya, mundur ke awal waktu.

Dalam bidang filsafat, prinsip sebab-akibat ini, dikenal sebagai determinisme. Ini adalah istilah yang lebih baik daripada “nasib,” karena determinisme, tidak membayangkan kekuatan tak terlihat yang menentukan apa yang terjadi, kekuatan yang keputusannya bersifat final dan tidak dapat diubah.

Determinisme melihat rantai sebab dan akibat, hanya sebagai salah satu proses alam. Konsep Chaos Theory berusaha memahami secara matematis, proses-proses di mana berbagai sebab, menghasilkan berbagai efek. Dan bagaimana rantai sebab dan akibat terungkap.

Pemahaman ilmiah tentang rantai sebab dan akibat, membuatnya tidak perlu lagi menggunakan istilah “nasib”.

Atau bahkan menyalahkan Tuhan memberi ‘cobaan’, atas berbagai kejadian yang kita alami, karena sebab-sebab yang kita buat sendiri.

Walau, masih orang masih menggunakannya, karena kebiasaan mental lama. Sulit mati dan sulit untuk menyingkirkan cara berpikir yang sudah mengakar dalam kesadaran manusia.

Baca juga artikel numerologi dari kami;

Cara meramal nasib

Seperti yang sudah sekilas disebutkan sebelumnya, nasib adalah suatu kondisi yang terjadi karena sebab, maka untuk meramal nasib, kita dapat mengindentifikasi penyebab-penyebab sejak awal.

Jika Anda cukup dewasa dan memiliki cukup pengalaman hidup, Anda sebenarnya bisa meramal nasib seseorang melalui kebiasaan dan pola yang dilakukannya, sehari-hari.

Kemampuan Anda untuk membaca pola hidup manusia, memungkinkan Anda untuk melihat nasib yang akan terjadi pada seseorang.

Atau Anda dapat menggunakan alat bantu, untuk mengindentifikasi karakter, kecendrungan, bakat, atau bawaan seseorang, dimana hal-hal tersebut akan menjadi sebab yang membawa seseorang pada ‘nasibnya’.

ARC Bali, mempunyai alat bantu berupa aplikasi Numerologi yang mampu mengidentifikasi getaran energi karakter, kecendrungan, bakat, atau bawaan seseorang melalui angka nama dan tanggal lahir. Ini memungkinkan Anda (memprediksi) meramal nasib, keberuntungan jodoh, karier, dan masa depan seseorang.

Lihat disini; ARC Numerologi Pro

Bagaimana merubah nasib?

Kemampuan mengidentifikasi getaran energi karakter, kecendrungan, bakat, atau bawaan seseorang, memungkinkan kita untuk melihat pola kehidupan yang berlangsung. Pola tersebut merupakan sebab yang menentukan nasib seseorang.

Disini sebenarnya sudah terjawab, merubah pola kehidupan yang sedang berlangsung, dapat mengubah nasib seseorang.

Demikian artikel ini dibuat, semoga cukup menjawab pertanyaan tentang apa itu nasib?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
WhatsApp WhatsApp us