Bagaimana belajar meramal agar cepat bisa?

Bagaimana belajar meramal agar cepat bisa?

BELAJAR MERAMAL – Meramal nasib dengan menggunakan pendulum sederhana, telah dipraktikkan selama berabad-abad. Ada banyak sistem keyakinan, menggunakan tehnik meramal, untuk mengambil sebuah keputusan.

Bagaimana belajar meramal? Dan bagaimana cara kerjanya? Itu yang menarik!… Ini akan menjadi pembahasan kita kali ini.

Saat Anda memprediksi apa yang terjadi pada hari esok, sebenarnya, secara tidak langsung Anda telah mempraktikkan tindakan meramal. Ber-nubuwwah juga bagian dari fenomena meramal. Dan ada masih banyak versi, sesuai dengan klasifikasi tehnik yang digunakan. Intinya adalah, meramal adalah bagian dari kehidupan peradaban manusia. Sejak dahulu kala.

Pertanyaan selanjutnya, sejauh mana akurasi ramalan yang dilakukan. Dan ini bagian yang penting. Daripada hanya sekedar berasumsi, ‘tebak-tebak buah manggis’. Walau pun itu juga bisa disebut sebagai meramal.

Sebelum kita memasuki bagian utama, berikut ada beberapa praktik mudah dalam meramal. Dan umum digunakan, sepanjang peradaban manusia.

Baca juga;

Belajar meramal dengan pendulum

Cari seutas tali, atau rantai, dan gantung cincin, liontin atau benda berat pada tali tersebut.

Cara meramal dengan pendulum, cukup sederhana. Anda perlu fokus. Ambil napas dalam-dalam dan duduk tegak dengan posisi bersila. Pegang bagian ujung tali pendulum di depan Anda, biarkan menggantung, setidaknya 2-3 inci.

Selanjutnya, kalibrasi jawabannya. Anda bisa menetapkan, bagaimana itu akan menjawab. Semacam pertanyaan, ya atau tidak. Mis. berputar searah jarum jam, berlawanan arah jarum jam, dari kiri ke kanan, atau ke atas dan ke bawah.

Jadi, pertama-tama, minta pendulum untuk “menunjukkan ya atau tidak.” Lalu tunggu; mungkin langsung bergerak, atau butuh beberapa menit. Ulangi pertanyaan lebih keras jika tidak bergerak.

Anda akan lihat, pendulum secara perlahan mulai mengayun ke suatu arah, apakah itu dalam lingkaran, atau dari sisi ke sisi lainnya. Anda catat gerakannya. Ulangi proses ini untuk pertanyaan selanjutnya.

Jika sudah, maka; verifikasi jawabannya. Caranya, mulailah mengajukan pertanyaan langsung ya atau tidak, yang sudah Anda tahu jawabannya.

Pendulum bekerja paling baik, pada topik-topik yang berada di dalam kendali atau kesadaran Anda, karena banyak orang percaya, itu mengakses intuisi Anda. Pikirkan pendulum Anda sebagai pemancar sinyal, yang menghubungkan Anda dengan hasrat dan naluri Anda.

Cara kerja meramal masa depan

Ada banyak tehnik dan kepercayaan tentang ini. Namun, saya tidak sepakat jika meramal masa depan itu, seperti mencuri informasi dari langit. Atau benar-benar pergi ke masa depan.

Masa depan, adalah akibat dari apa yang terjadi saat ini. Ada sebab, sehingga muncul akibat. Ini pula yang memungkinkan orang, seolah bisa melihat masa depan. Fenomena dan peristiwa saat ini, memberi gambaran apa yang terjadi dimasa akan datang.

Nah tergantung bagaimana, kita mampu menangkap dan memaknai apa yang terjadi dimasa saat ini. Karena, itu jelas akan memberi dampak pada masa depan.

Kehidupan manusia berpola. Pola tersebut, akan memberi dampak pada kehidupan selanjutnya. Sebagai contoh, jika masyarakat menggunduli hutan, maka dapat diramal apa yang akan terjadi, jika tindakan tersebut tidak berhenti.

Orang-orang yang memiliki sikap bijaksana. Dan tidak terikat berbagai kepentingan, jelas akan melihat fenomena yang terjadi secara jernih. Dan melihat pola kehidupan manusia lebih jelas. Sehingga, prediksinya tentang masa depan, lebih mendekati akurasi.

Kenapa, seringkali binatang tahu, jika akan terjadi bencana alam. Mereka bukan pandai menerawang. Tidak pula memiliki pendulum. Apalagi, alat dalam bentuk tehnologi. Mereka melihat ada perubahan pola yang terjadi pada semesta. Dan perubahan tersebut, menjadi semacam peringatan bahwa akan terjadi sesuatu.

Gambaran meramal

Jika Anda sensitif dan fokus, memperhatikan dinamika kehidupan manusia, Anda akan melihat pola. Dan dari sana, Anda akan dapat menebak kecendrungan, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Para pemain saham, akan lebih akurat dalam meramal apa yang terjadi dengan mata uang dunia. Karena, melalui proses belajar yang panjang, mereka akhirnya mampu melihat pola perputaran keuangan. Jelas hasilnya, berbeda dengan yang awam. Yang lebih cenderung menebak-nebak. Mengandalkan keberuntungan.

Para nelayan yang setiap hari melaut, jelas lebih mampu membaca pola alam di laut. Setiap perubahan pergerakan gelombang, mereka dapat ramal dengan mudah apa yang terjadi selanjutnya.

Pola alam berlaku universal dan pasti. Tinggal sejauh mana Anda mampu membaca pergerakannya.

Beberapa pola, kemudian oleh manusia diterjemahkan dalam bentuk ungkapan. Makanya, sekarang Anda mengenal bahasa dan angka.

Sekarang, saya ingin fokus pada angka. Karena angka, juga digunakan manusia dalam dunia ramal-meramal. Angka yang manusia kenal saat ini, adalah bahasa manusia dalam menterjemahkan pola semesta.

Angka dalam dunia meramal, lebih dikenal dengan sebutan numerologi.

Numerologi, adalah bagian dari kebijaksanaan masa lalu. Dalam menggambarkan pola di alam semesta.

Bagaimana numerologi dalam meramal?

Angka selalu menjadi daya tarik dengan peradaban manusia. Bangsa Mesir kuno menyimpan banyak mistisisme mereka. Merahasiakannya, untuk kalangan mereka sendiri. Fakta yang dapat diterima, bahwa; Pythagoras belajar di Mesir. Sebelum, memulai membuka sekolahnya sendiri. Karyanya di sisi mistis numerologi sangat mendalam. Walau pun, ia tidak sepenuhnya membahas aspek peramalan.

Numerologi modern didasarkan pada angka, yang diberikan kepada planet-planet dalam ajaran Hindu. Tidak banyak yang menyadari fakta ini, tetapi itu benar. Misalnya, 8 adalah jumlah rintangan dan kemungkinan perjuangan. Itu juga jumlah Saturnus. Bagaimanapun, ini hanya satu kontribusi untuk seni.

Angka terkait takdir

Salah satu keyakinan angka terkait dengan takdir, ada di Qabalisme Hermetik, khususnya Gematria. Meskipun awalnya, ini adalah rahasia vital dari Rababical Qabalah, namun akhirnya, beredar juga di masyarkat umum. Dibawa ke dunia non-Yahudi oleh okultis.

Salah satu yang paling bersemangat dengan sistem ini, adalah Aleister Crowley. Ia menggunakan numerologi secara konstan. Untuk menghubungkan korelasi antara hal-hal, orang, peristiwa dan situasi. Dia adalah versi intens dari sistem. Dimana, melibatkan konversi huruf menjadi angka, dan membuat kesimpulan berdasarkan faktor, bilangan prima, dan sebagainya.

Dan ramalan numerologis, sebagian besar merujuk dari kebijaksanaannya.

Arti bilangan individu juga merupakan bagian dari sistem Qabalistic. Misalnya, 6 adalah kesempurnaan cita-cita, dan 7 adalah reaksi emosional terhadap hilangnya kesempurnaan. Tentu saja, ini jauh lebih rumit, tetapi itu satu aspek.

Ada sistem luar biasa yang dijelaskan oleh Sepharial, Walter Orn Old, penulis populer mata pelajaran okultisme, di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dalam metode ramalan ini, angka apa pun dipilih secara acak oleh orang yang memiliki pertanyaan, dan pelihat itu kemudian memberikan jawaban, berdasarkan respons yang diberikan. Yang terkait dengan angka tersebut.

Dia juga menyoroti sistem yang dikenal sebagai Qabalistic Astrology, yang sepenuhnya didasarkan pada casting chart menggunakan numerologi nama seseorang.

Orang-orang Cina, melihat angka-angka dengan penuh hormat. Dan menempatkannya sebagai sesuatu yang bernilai tinggi. Beruba kotak-kota ajaib. Kotak-kotak ini juga digunakan dalam okultisme Barat, dipercaya untuk terhubung dengan entitas dan kekuatan Alam tertentu.

I Ching sepenuhnya didasarkan pada angka yang diberikan kepada trigram, yang kemudian menjadi hexagram, sehingga membentuk 64 hexagram oracle. Sistem biner dasar, digunakan oleh Cowrie Shells, untuk melihat masa depan.

Bagaimanapun, Numerologi modern, hanya puncak dari gunung es. Terkait dengan penggunaan angka dalam misteri.

Sekilas tentang dasar ramalan numerologi

Pythagoras adalah seorang filsuf yang lahir di Yunani sekitar tahun 569 SM. Ia dikenal sebagai bapaknya Numerologi.

Sejarawan tidak tahu banyak tentang Pythagoras, karena sedikit dari karya aslinya bertahan dan sebagian besar orang yang menulis tentangnya, melakukan hal yang sama ratusan tahun, setelah kematiannya.

Bahkan, beberapa sejarawan percaya bahwa, penemuan yang biasanya dikaitkan dengan Pythagoras benar-benar berasal dari beberapa pengikutnya.

Pythagoras dan para pengikutnya, belajar matematika, musik, dan filsafat.

Pengikut Pythagoras

Banyak buku pelajaran mengikuti sekolah Pythagoras, termasuk terhadap beberapa penemuan penting, diantaranya;

  • Teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa dalam segitiga siku-siku, kuadrat dari panjang sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi lainnya (a2 + b2 = c2)
  • Proporsi matematis dalam harmoni musik, kemungkinan ditemukan melalui penggunaan instrumen senar
  • Bilangan irasional pertama, akar kuadrat dari dua, atau konstanta Pythagoras

Selain itu, Pythagoras dan para pengikutnya percaya pada sifat mistik angka. Menurut Underwood Dudley, penulis “Numerology: Or What Pythagoras Wrought”, orang-orang Pythagoras tertarik pada mistisisme angka, setelah menemukan fakta yang sangat menarik tentang angka.

Jika Anda menambahkan serangkaian angka ganjil yang dimulai dengan angka satu, hasilnya selalu berupa angka kuadrat.

Penemuan seperti ini mengarahkan orang-orang Pythagoras ke kesimpulan, bahwa; “semua adalah angka.”

Menurut satu interpretasi, ini berarti bahwa, orang dapat mengukur segala sesuatu di dunia, dan menggambarkannya dalam hal jumlah dan proporsi.

Ini adalah ide yang masuk akal, dan memiliki pengaruh besar pada sains dan matematika. Tetapi menurut interpretasi lain, “semua adalah angka” berarti bahwa, segala sesuatu di dunia terbuat dari angka dan dapat direduksi menjadi nilai numerik.

Interpretasi terakhir adalah fondasi numerologi. Kita akan melihat, apa lagi yang melibatkan numerologi di bagian selanjutnya.

Dalam studi mereka tentang konsep matematika, Pythagoras mengurutkan angka ke dalam kategori.

Angka-angka seperti 1, 4 dan 9 adalah kuadrat. Karena jumlah titik yang sesuai dapat diatur dalam kuadrat sempurna.

Satu, tiga, enam dan 10 berbentuk segitiga – satu, tiga, enam atau 10 titik dapat disusun menjadi segitiga biasa. Dua, enam dan 12 persegi panjang, karena jumlah titik yang sesuai, membentuk segi empat.

Bersamaan dengan mendeskripsikan angka dalam hal matematika dan geometri, Pythagoras juga menggambarkannya dalam hal sifat non-numerik.

Ciri-ciri ini lebih berkaitan dengan intuisi dan mistisisme, daripada sains atau matematika. Misalnya, angka ganjil adalah maskulin, dan angka genap adalah feminin.

Nomor satu itu kreatif, karena penambahan beberapa yang dapat membuat nomor lain. Dua mewakili dualitas dan perempuan, sedangkan tiga laki-laki. Karena jumlah dua dan tiga, lima mewakili pernikahan, dan karena itu jatuh tepat di tengah-tengah angka satu hingga sembilan, itu juga mewakili keadilan.

Setiap angka mempunyai getaran

Menurut Balliett dan ahli numerologi modern, setiap angka memiliki getaran spesifik.

Orang, makanan, benda, dan warna juga bergetar.

Untuk menjalani kehidupan yang produktif dan harmonis, orang harus memastikan lingkungan mereka bergetar. Selaras dengan getaran mereka sendiri.

Konsep ini sering muncul dalam praktik zaman baru lainnya, beberapa di antaranya menggambarkannya sebagai pengaruh pergerakan partikel subatomik.

Beberapa ahli numerologi juga mengaitkan getaran ini dengan musik bola, atau suara Pythagoras yang percaya bahwa, planet dan Matahari dibuat saat mengorbit Bumi.

Pythagoras percaya bahwa planet-planet itu tertanam di dalam bidang fisik yang transparan. Dan jarak di antara mereka sesuai dengan rasio musik.

Ilmu pengetahuan telah membantah kedua gagasan itu, serta gagasan bahwa matahari mengorbit Bumi.

Berbeda dengan Pythagoras, numerolog modern menerapkan angka pada orang-orang, selain menerapkan konsep yang tidak berwujud ke angka.

Menurut sebagian besar ahli numerologi, angka satu hingga sembilan, memiliki sifat unik yang merupakan akibat langsung dari getaran bawaan mereka.

Beberapa sifat ini berasal dari tulisan-tulisan Pythagoras, dan yang lain berasal dari cara budaya di seluruh dunia menggunakan dan mendekati angka.

Numerologi memungkinkan kita untuk melihat ke masa depan, memahami perilaku manusia, memprediksi hasil hubungan.

Misalnya, jika angka sembilan memiliki getaran tertentu, seseorang yang jumlahnya sembilan memiliki getaran yang sama. Sehingga, yang bersangkutan, dapat memilih apa yang akan dimakan, ke mana harus pergi dan bagaimana hidup berdasarkan, pilihan mana yang memiliki getaran yang sesuai dengan sembilan.

Itu sekilas tentang bagaimana Numerologi mewakili pola dalam sistem semesta.

Bagaimana cara belajar meramal agar cepat bisa?

Dititik ini, mungkin Anda bukan menjadi bisa meramal. Melainkan menjadi tahu, ada banyak hal yang harus Anda pelajar untuk bisa meramal. Khususnya, melalui tehnik Numerologi.

Memang, untuk belajar meramal menggunakan metode numerologi, ada banyak hal yang harus dipelajari. Namun, untuk cepat bisa, Anda dapat menggunakan tehnologi. Berupa Aplikasi yang bekerja dengan sistem algoritma yang telah disempurnakan. Mampu menjadi semacam kalkulator Numerologi. Dimana membaca makna-makna rahasia Angka, berdasarkan data base yang sangat lengkap.

Ini memungkinkan Anda dapat menjadi peramal ahli menggunakan metode numerologi, Hanya dalam waktu singkat!.. Apakah hasilnya akurat? Jawabannya, sangat akurat. Sesuai dengan kaidah-kaidah numerologi standar dunia.

Anda bisa membaca deskripsi aplikasi; ARC Numerologi Pro

Pertanyaan umum terkait belajar meramal

Apa itu ramalan?

Ramalan adalah gambaran masa depan. Ini biasanya dilakukan oleh peramal dalam bentuk prediksi. Sebenarnya, cara kerjanya sama dengan BMKG, ketika memprediksi cuaca yang akan terjadi.

Apa peramal itu?

Peramal adalah orang yang melakukan prediksi. Hasilnya dalam bentuk ramalan. Anda yang memprediksi bahwa seseorang akan bangkrut, karena cara kerjanya kurang baik, sudah bisa disebut sebagai peramal.

Sejauh mana keakuratan ramalan itu?

Keakuratan ramalan, sangat tergantung pada siapa yang meramal. Orang-orang yang memiliki pengalaman luas dan mampu melihat kondisi kekinian secara bijaksana, cenderung lebih mampu meramal apa yang akan terjadi dimasa akan datang.

Bagaimana cara kerja ramalan atau meramal itu?

Cara kerja meramal, sebenarnya lebih dekat dalam bentuk visi di masa depan. Bukan benar-benar melihat dan datang ke masa depan. Bukan pula mencuri informasi dari langit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
WhatsApp WhatsApp us