Meramal - Cara kerja - sejarah dan berbagai fakta tentang itu

Meramal; Cara kerja, sejarah, dan berbagai fakta ramalan

Ketika mendengar kata; Meramal atau ramalan, semua orang mempunyai persepsi yang berbeda. Atau malah Anda langsung terbayang, sosok nenek-nenek, berbaju hitam, menggunakan topi yang bagian atasnya runcing, tertawa cekikikan dan bernada jahat, dan lain sebagainya. Yup.. seorang tukang sihir. Dari abad kegelapan!…

Seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan meramal, umumnya, dikaitkan dengan dunia supranatural. Magic, ilmu hitam, pencuri informasi rahasia langit, dan sederet asumsi lainnya.

Pada sisi lain, beberapa kalangan berpandangan skeptis terhadap ramalan. Kebanyakan, berasumsi negative. Walau pun, sampai saat ini, kegiatan tersebut, tetap mendapat tempat ditengah masyarakat.

Sebelum berbicara jauh, kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan umum terkait meramal;

FAQs

Apa itu meramal?

Meramal adalah sebuah aktivitas untuk mengetahui masa depan. Ini sebenarnya lebih dekat dengan praktik memprediksi informasi tentang kehidupan seseorang. Lingkup peramalan pada prinsipnya identik dengan praktik ramalan.

Bagaimana sejarah meramal dimulai?

Beberapa menyebutkan, aktivitas meralam bermula dari sekelompok orang yang memiliki asal-usul dari India. Beberapa mengatakan mereka orang Mesir. Yang lain menyebutkan dari leluhur Turki modern sekitar 855 Masehi. Sementara yang lain berpendapat itu dimulai dari Rumania.

Yang jelas, aktivitas meramal sudah dikenal sejak lama. Para Nabi sendiri, walau pun menggunakan istilah lain, juga melakukan aktivitas meramal.

Apa itu prediksi?

Prediksi adalah apa yang dipikirkan seseorang akan terjadi. Prediksi sebenarnya tidak jauh berbeda dari ramalan, tetapi tidak hanya tentang cuaca. Pra berarti “sebelum” dan diksi berkaitan dengan berbicara. Jadi prediksi adalah pernyataan tentang masa depan. Ini dugaan, terkadang berdasarkan fakta atau bukti, tetapi tidak selalu.

Apa saja jenis ramalan?

Sepanjang perbadan manusia, ada begitu banyak jenis ramalan. Seperti ber-nubuah, tarot, zodiac, Intuisi, atrologi, primbon, dan lain sebagainya.

Bagaiman cara kerja ramalan?

Cara kerja meramal, akan dijelas melalui artikel ini. Anda dapat terus lanjut membaca untuk mengetahui lebih jauh tentang cara kerja ramalan.

Apa itu ramalan/meramal?

Meramal adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk; membaca, memprediksi, menebak, melihat, menggambarkan, tentang sesuatu yang akan terjadi, pada masa depan. Ramalan, adalah bentuk cerita berupa asumsi, gambaran, dari hasil meramal itu sendiri.

Sebenarnya, saat Anda memprediksi bahwa besok akan hujan, itu adalah bentuk dari tindakan nyata dalam meramal. Anda menceritakan atau menggambarkan, sesuatu yang akan terjadi di masa akan datang.

Makanya, orang-orang yang menggunakan tehnologi dalam membaca kondisi alam, dan mendapat gambaran tentang apa yang terjadi selanjutnya, juga disebut meramal. Hasilnya, Anda akan mendapat berita/informasi tentang adanya ramalan cuaca dari BMKG. 

Dan faktanya, ada begitu banyak orang sangat tergantung dengan ramalan ini. Ada begitu banyak hal, yang dapat dilakukan untuk menghadapi kemungkinan, dari hasil ramalan. 

Dalam tulisan ini, saya tidak ingin bertentangan dengan berbagai system keyakinan, yang menganggap sebuah ramalan, adalah sesuatu yang salah. Bahkan dianggap berdosa. Namun, saya ingin Anda dapat melihat fenomena ini dari berbagai sisi.

Pandangan negatif tentang meramal

Mendengar kata meramal, seperti yang saya sebutkan di paragraph awal, terlanjur berpikir buruk. Akibat informasi yang dikonsumsi. Anda yang percaya bahwa aktivitas meramal sebagai kegiatan yang bersekutu dengan kekuatan buruk, jelas akan berpikir negative tentang dunia meramal.

Walau pun, mungkin, meramal tentang masa depan Anda, dapat dilihat dari sikap Anda. Orang-orang yang memahami psikologi, bahkan dapat cukup banyak menyerap informasi tentang kebiasaan Anda, melalui siikap Anda.

Orang yang lebih dewasa, baik secara umur, pengalaman, wawasan, jelas lebih akurat, saat memprediksi sesuatu. Jika dibandingkan dengan  orang yang masih muda, baik secara umur, pengalaman, dan wawasan.

Saya mendapat cukup banyak pengalaman, yang kurang baik, ketika menyebut tentang meramal. Bahkan, pada beberapa kasus, orang-orang berbalik badan dan pergi. Terkesan ketakutan. Mungkin, mereka berpikir, saya akan mengikat mereka dengan mantra jahat. Atau mengutuk masa depan mereka. Atau entah lah…

Sayangnya, persepsi ini adalah hasil dari film-film Hollywood, atau acara-cara di tv. Yang melebih-lebihkan, tentang meramal. Dimana, seolah memperkuat, kesan mistis. Yang memperburuk citra meramal itu sendiri.

Astrologi, meskipun bentuk ramalan lainnya, diterima secara luas oleh kebanyakan orang. Mungkin karena tidak diselimuti isu, negatif. Namun, hasilnya, kebanyakan orang melihatnya sebagai bentuk hiburan. Dan tidak menganggapnya bernilai.

Sebagai salah satu praktisi, hypnosis dan pembimbing spiritual, saya cukup banyak memiliki teman. Dari komunitas. Dimana meramal, menggunakan kartu Tarot dan Astrologi. Saya melihat, system ramalan mereka, dapat menjadi alat yang kuat. Dalam konseling dan upaya peningkatan diri. Baik dalam bentuk motivasi, kebijaksanaan, dan pembentukan kondisi emosi dan mental.

Fakta meramal dengan tarot

Apa di balik ramalan kartu tarot? Bagaimana seseorang dapat mengetahui begitu banyak informasi, tentang seseorang hanya dengan melihat gambar pada kartu tarot?

Jawabannya lebih sederhana dari yang Anda kira. Segala sesuatu di dunia kita, sebenarnya seluruh alam semesta terdiri dari energi. Meskipun segala sesuatu mungkin datang dalam bentuk yang berbeda, semuanya adalah energi dalam bentuk fisik.

Ini menyiratkan bahwa, kita semua adalah bagian dari energi yang saling berhubungan. Di mana informasi, emosi dan pikiran dapat berjalan bebas dalam sistem.

Kartu tarot hanyalah alat yang memungkinkan pembaca memanfaatkan energi itu. Dan mencari tahu informasi tentang siapa pun atau apa pun. Ketika memprediksi masa depan, kartu tarot memungkinkan pembaca untuk memasuki alam bawah sadar orang. Lalu mengidentifikasi aspirasi, pikiran dan emosi mereka.

Karena pikiran manusia menciptakan realitasnya, pikiran orang saat ini, tentang masalah tertentu, digunakan untuk membangun hasil di masa depan. Kartu tarot atau sistem ramalan lainnya, tidak memprediksi masa depan yang pasti. Tetapi, masa depan seseorang yang menarik ke dalam hidupnya.

Astrologi bekerja dengan cara yang sama. Ilmu pengetahuannya didasarkan pada gagasan, bahwa, peristiwa-peristiwa kosmologis, memiliki korelasi dengan apa yang terjadi di planet bumi. Kita, menjadi bagian dari alam semesta. Fenomena kosmologis juga merupakan elemen dari jaringan energy yang sama. Akibatnya, dengan menganalisis formasi planet, astrolog membangun tanda-tanda zodiak dengan ciri kepribadian mereka yang bervariasi dan prediksi masa depan.

Saya tidak menyatakan bahwa ini kebenaran mutlak, dalam hal ini. Tapi ini menjadi bagian dari cara orang-orang dalam meningkatkan kualitas diri. Ketika ada semacam peningkatan dari kualitas diri, goal sesungguhnya, telah tercapai.

Baik kartu astrologi dan kartu tarot bisa sangat berharga, tidak untuk mengetahui apakah pacar Anda menipu Anda. Atau berapa banyak anak yang akan Anda miliki. Kepentingan mereka terletak pada memberi Anda hasil yang mungkin terjadi, untuk tindakan yang mungkin dapat dilakukan. Membantu Anda mengidentifikasi penyumbatan emosional dari masa lalu.

Lalu, mendorong Anda bergerak untuk menciptakan masa depan. Serta memberi Anda pemahaman yang lebih dalam tentang diri Anda sendiri.

Mengonsultasikan kartu tarot dan horoskop pribadi, memungkinkan Anda untuk membawa ‘hantu’ masa lalu. Hantu yang bersemayam dalam dimensi pikiran Anda. Dan membawa diri Anda menuju cahaya. Dan menyembuhkan berbagai konflik yang terkadang hanya perlu pemicu, dalam penyelesaian.

Ini sebenarnya, juga dapat membantu Anda menyadari kemampuan kreatif Anda sendiri. Khususnya terkait dalam menciptakan masa depan. Yang menggembirakan, cerah, dan kepuasan atas hidup.

Sejarah praktek meramal dalam peradaban manusia

Walau pun, di pandang kurang baik. Yang dikait-kaitkan dunia ilmu hitam. Meramal dalam memprediksi masa depan, telah telah mempesona umat manusia. Selama berabad-abad. Sepanjang sejarah manusia.

Peramalan dilakukan di bawah keyakinan, bahwa; alam semesta memiliki pola yang dapat digunakan sebagai petunjuk. Pola ini, menentukan nasib dan peristiwa tentang kehidupan seseorang. Ada banyak teknik yang berbeda. Yang digunakan dalam meramal nasib. Telah lama ada. Bahkan sebelum sejarah itu sendiri tercatat.

Peramal dapat ditemukan di seluruh dunia. Berada dalam berbagai budaya yang berbeda. Dan itu membentuk cara praktik mereka sendiri. Metode prediksi termasuk astrologi, numerologi dan menggunakan benda-benda tertentu. Seperti daun the, kartu tarot, atau analisis karakter dengan membaca garis-garis di telapak tangan.

Meramal juga terjadi, pada zaman para nabi. Terutama mimpi kenabian, juga memainkan peran penting dalam agama dan pengobatan kuno.

Jadi, ketika peramal nasib datang dari posisi keagamaan, mereka dikenal sebagai nabi. Atau tokoh dengan predikat tertentu.

Penemuan kuno tentang peramalan

Ada banyak penemuan yang menunjukkan, orang kuno menggunakan alat untuk membantu memprediksi masa depan. Gegharot di Armenia, misalnya, adalah situs dengan banyak artefak. Termasuk pembakar dupa dan tulang binatang. Tulang-tulang ini digunakan dalam osteomancy dan dilemparkan seperti dadu, untuk memprediksi masa depan.

Ramalan orang-orang Gipsi

Meramal juga telah lama dikaitkan dengan orang Gipsi. Ini adalah, orang yang sering diusir di banyak masyarakat yang berbeda. Dan sayangnya, masih membawa stigma hingga saat ini.

Asal usul orang Gipsi cukup sulit dilacak. Beberapa percaya mereka berasal dari India, beberapa berpikir mereka berasal dari Mesir dan yang lain percaya Turki. Namun, para peneliti telah mempelajari bahasa dan dialek mereka, dan percaya bahwa rumah mereka, kemungkinan besar adalah Rumania.

Ramalan di Abad Pertengahan

Para penguasa dan raja di abad pertengahan, sering mencari peramal nasib untuk meramalkan peristiwa-peristiwa seputar kerajaan mereka. Metode populer termasuk membaca daun teh, telapak tangan, astrologi dan kartu tarot konsultasi.

Meramal Dalam Mitologi Yunani

Meramal, juga telah terlihat dalam mitologi Yunani. Terutama, ketika kita melihat tentang adanya, tiga dewi takdir. Para suster, juga dikenal sebagai ‘Takdir’, akan duduk di atas roda berputar untuk mencoba dan ‘mengubah’ nasib semua pria dan wanita, serta para Dewa.

Yunani juga memiliki salah satu peramal yang paling terkenal dalam sejarah. Peramal Yunani di Kuil Apollo di Delphi, lebih umum dikenal sebagai ‘The Pythia’ daripada nama mereka sebenarnya. Karena kemungkinan bahwa, itu sebenarnya pendeta wanita yang berbeda, dalam peran ini. Tetapi apakah satu atau banyak wanita, Oracle Delphi terkenal karena prediksinya.

Peramal Nasib Terkenal Sepanjang Sejarah

Ada banyak peramal terkenal, dalam sejarah panjang peradaban manusia. Bangsa Maya mungkin adalah peradaban peramal yang paling terkenal, menggunakan astrologi dan matematika, untuk menyusun kalender mereka.

Nostradamus adalah seorang peramal di tahun 1500-an. Ia terkenal pada saat itu, karena ramalannya. Meskipun ia berpengetahuan luas di bidang medis, melalui meditasi ia menemukan bakatnya dan mulai menuliskan visinya.

Ursula Soonthtel, atau lebih dikenal sebagai Mother Shipton, membuat kehidupan meramal. Dia dikatakan telah meramalkan Kebakaran Besar London dan juga beberapa aspek dari dunia modern, termasuk pria yang dapat terbang di udara dan kereta tanpa kuda.

Meramal; Fakta, Fiksi & Fantasi

Seni meramal, sebenarnya adalah dorongan orang-orang, yang selalu ingin tahu tentang masa depan. Siapa yang tidak ingin melihat sekilas – bahkan jika hanya untuk beberapa saat – dari rencana kosmik. Untuk melihat apakah nasib kita mengarah pada kekayaan atau kehancuran?

Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak memposisikan diri sebagai hakim. Bahwa meramal ada benar atau salah. Bahwa meramal ada fakta atau fiksi yang bercampur fantasi.

Tapi saya mengetengahkan, melalui sudut pandang orang-orang. Dalam melihat fenomena ramalan. Baik dari sisi percaya, atau tidak percaya. Dalam hal ini, kita juga tidak bisa menolak, tentang adanya praktek-praktek aneh dalam dunia ramal-meramal.

Ramalan tawa dan kucing

Beberapa metode yang diklaim untuk meramalkan masa depan, beberapa memang terlihat aneh. Gelomancy, misalnya, meramal melalui tawa histeris (dan bahkan suara binatang) untuk petunjuk tentang masa depan.

Mereka yang berlatih felidomancy, mengaku tahu masa depan dengan mengamati kucing; jika Anda pernah mendengar tentang, bahwa; kucing hitam yang melintasi jalanmu, menjadi  ramalan pertanda buruk, itu bagian dari ini.

Tetapi apakah kamu tahu bahwa, mereka percaya bersin adalah cara kucing dalam memprediksi hujan? [Countdown: 13 Halloween Superstitions & Traditions Dijelaskan]

Pencinta binatang tidak akan antusias tentang hal satu ini, tetapi satu metode populer peramalan yang dipraktekkan di zaman kuno, yang disebut haruspication, mengharuskan seseorang untuk memotong hewan, dan menarik ususnya ke tanah, untuk melihat apakah isi perut berdarah membentuk simbol apa pun. Dimana kemudian dapat diartikan sebagai pertanda dari hal-hal yang akan datang.

Interpretasi mimpi

Selama ribuan tahun, mimpi secara universal dianggap sebagai alat peramal, dan ada industri buku, DVD, dan peramal yang berkembang pesat yang mengklaim ilahi masa depan Anda dengan menafsirkan impian Anda.

Misalnya, bermimpi tentang loteng, berarti Anda akan memperbarui persahabatan yang penting, dan bermimpi tentang kacang kenari, menunjukkan bahwa kerugian dan kehancuran finansial,sedang terjadi.

(Jika Anda berulang kali bermimpi tentang makan kenari di loteng bersama teman penting saat Anda kehilangan uang, Anda mungkin ingin mencari terapi.)

Psikologi meramal nasib

Apa pun bentuk ramalan, proses dasarnya sama: mencari makna dalam pola dan fenomena acak. Beberapa peristiwa yang pada dasarnya acak diamati di alam (suara binatang diciptakan, mimpi direkam) atau disebabkan terjadi (daun teh diaduk, kartu dikocok), dan orang-orang dengan cermat memeriksa hasil yang mencoba membuat arti atau merasakannya. Otak manusia sangat pandai menemukan (atau menciptakan) makna, bahkan ketika tidak ada, seperti dalam pola acak. Itu sebabnya orang melihat wajah dan gambar lain di awan, noda Rorschach, dan noda kopi. Fenomena ini, yang disebut pareidolia, terkenal di bidang psikologi.

Validitas meramal

Pihak skeptis akan melihat dari cara berbeda. Khususnya, tentang memandang orang-orang yang mengklaim bisa melihat masa depan.

Apakah ada alat peramal ini yang berfungsi? Sayangnya tidak, dan itu bukan pertanyaan yang sulit untuk diuji. Peramal gagal memprediksi serangan 11 September 2001, keruntuhan ekonomi global baru-baru ini, tsunami Jepang dan krisis nuklir 2011, dan tak terhitung peristiwa dunia penting lainnya yang akan menyelamatkan nyawa tak bersalah, jika diprediksi secara akurat.

Masalah yang paling jelas adalah bahwa metode meramal yang berbeda mendiskreditkan satu sama lain (dan diri mereka sendiri). Dengan memberikan prediksi yang tidak konsisten dan kontradiktif.

Tidak hanya jawaban bervariasi antar metode, tetapi mereka bahkan bervariasi antara konsultasi dengan tanda yang sama.

Dua kartu tarot atau bacaan daun the, terpisah beberapa menit dengan orang yang sama, yang menanyakan pertanyaan yang sama, persis tentang masa depan, seharusnya, muncul dengan jawaban yang sama, tetapi ternyata tidak.

Katakanlah, misalnya, bahwa seseorang ingin tahu, apakah mereka akan pindah ke Paris dalam 10 tahun ke depan, atau apakah presiden saat ini akan dipilih kembali pada periode berikutnya.

Jika salah satu dari metode meramal ini berhasil, mereka semua harus memberikan jawaban yang sama; tidak masalah apakah Anda bertanya kepada paranormal, membaca kartu tarot, atau menaburkan beberapa kelopak bunga di tanah dan mencari petunjuk.

Jawabannya, semua harus sama, karena Anda akan atau tidak akan pindah ke Paris, dan presiden akan atau tidak akan terpilih kembali.

Alih-alih, jawabannya seringkali tidak lebih baik daripada kebetulan (yang, dalam contoh ini, adalah 50/50). Ini adalah alasan yang sama bahwa, seseorang dapat berkonsultasi dengan 10 paranormal yang berbeda dan mendapatkan 10 jawaban berbeda tentang masa depan.

Ini juga menimbulkan pertanyaan lain: Jika ada metode yang benar-benar berhasil, mengapa ada begitu banyak? Mengapa tidak menggunakan metode yang terbukti andal. Alih-alih merancang ratusan alat peramal lainnya? Jika membaca daun teh terbukti secara ilmiah, sebagai cara yang lebih akurat untuk memprediksi masa depan daripada, katakanlah, menatap kristal atau berkonsultasi dengan tarot, maka orang secara alami akan menggunakan metode yang bekerja.

Sebaliknya, semua metode meramal sama-sama valid (atau tidak valid), karena semuanya didasarkan pada premis salah yang sama, bahwa membaca makna menjadi fenomena acak memprediksi takdir.

Bahkan banyak buku yang ditujukan untuk meramal mengakui bahwa, tekniknya tidak dapat diandalkan; sebuah “Catatan untuk Pembaca” sebelum “Buku Lengkap Keberuntungan” berbunyi, “Ketika mencari tahu Kekayaan Anda dengan metode ramalan apa pun, hasil yang diperoleh harus dianggap sebagai indikasi apa yang mungkin terjadi, dan tidak boleh diterima sebagai bukti konklusif tentang apa yang akan terjadi. “

Keinginan bebas vs. determinisme

Banyak orang yang percaya pada peramalan, tidak menyadari bahwa jika mereka benar, mereka telah menjawab salah satu pertanyaan mendasar dalam filsafat, bahwa kehendak bebas vs determinisme.

Kebanyakan orang lebih suka percaya bahwa, mereka mengendalikan tindakan mereka sendiri, dan membuat keputusan sendiri dalam hidup; tetapi kemampuan siapa pun untuk mengetahui masa depan membuktikan, bahwa, mereka salah. Entah ada “masa depan” untuk diketahui (atau setidaknya pengetahuan sekilas) – dan karena itu, masa depan kita telah ditentukan sebelumnya, atau masa depan tidak dapat diketahui dan tidak pasti. Secara logis, Anda tidak dapat mengendalikan nasib Anda sendiri jika masa depan bisa diketahui.

Seseorang tidak perlu berkonsultasi dengan seorang peramal, atau peramal untuk menemukan kemungkinan, visi potensial dari sesuatu yang mungkin atau mungkin tidak terjadi. Siapa pun dapat melakukannya; jika Anda ingin tahu apakah sesuatu yang baik atau buruk, bisa terjadi pada Anda – mulai dari bertemu orang asing berkulit gelap, hingga terbunuh dalam kecelakaan pesawat, hingga memenangkan lotre – jawabannya selalu ya. Jika Anda ingin tahu apakah hal-hal ini akan terjadi pada Anda, masa depan – seperti biasa – tetap tidak pasti.

Numerology Concept

Numerologi, adalah bagian dari seni meramal, yang cukup popular. Bahkan di kalangan orang Amerika dan Eropa, sejak tahun 1800-an.

Numerologi adalah konsep yang membaca pola dan bakat yang ada dalam diri seseorang. Dan ini, sebenarnya, bukan tentang melihat masa depan. Tapi, tentang bagaimana, dengan mengetahui bakat, potensi terdalam dalam diri, dimana kemudian, mampu didorong untuk muncul secara maksimal.

Jadi, meramal, bukan soal melihat masa depan. Atau mencuri informasi dari langit. Tapi lebih pada melihat pola dan pergerakan dari kondisi terkini. Sebagai sebab, yang akan memberi akibat pada masa akan datang.

Khususnya, dalam Numerologi ARC Bali, adalah tentang bagaimana mengenali diri sejati. Memahami karakter, bakat, dan semacam peta diri. Dengan begitu, masa depan dapat diramah menjadi lebih jelas. Ini juga berguna untuk membangun masa depan, dengan pengetahuan itu.

Untuk numerologi, Anda dapat membaca ulasannya, di sini; ARC Blog Update

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
WhatsApp WhatsApp us